SORONG,LUXEXORIENTE.COM Dewan Perwakilan Rakyat Daerah ( DPRD ) Kabupaten Maybrat dalam rangka rapat paripurna pembahasan dan penetapan rancangan peraturan daerah tentang Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah ( APBD-P) Kabupaten Maybrat tahun anggaran 2021 di hotel Belagri Kota Sorong Pada tanggal 28 september 2021.

Rapat Paripurna  tersebut dipimpin langsung oleh ketua DPRD Kabupaten Maybrat, Ferinandus Solossa, SE, dan didampingi Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Maybraat  Habel Howai,S.Sos dan Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Maybrat Agustinus Tenau,S.Sos, M.Si dan dua puluh  anggota DPRD lainya dan juga dihadiri Bupati Kabupaten Maybrat Drs. Bernad Sagrim, M.M yang diwakili oleh Sekretaris Daerak  Kabupaten Maybrat Jhoni Way, S.Hut, M.Si serta  OPD lainya.

Kata ketua DPRD Kabupaten Maybrat, Ferinando Solossa, SE bahwa acara rapat paripurna  hari ini adalah lanjutan rapat paripurna yang tertunda beberapa minggu lalu, dan anggaran perubahan Kabupaten Maybrat  Tahun 2021 berkisar192 Miliar lebuh. Anggaran tersebut akan digunakan untuk mendanai beberapa skala perioritas terkait dengan tugas – tugas pemerintahan, dan juga akan di kondisikan situasi yang terjadi di Kisor, Maybrat pada 21 September 2021. Dan beberapa kebutuhan yang harus juga di fokuskan, seperti kebutuhan sterategis dari SKPD Maupun infrastruktur umum, terutama pada pusat Ibu Kota Kabupaten Maybrat, serta kebutuhan akses untuk jalan antara wilayah Aifat Timur, Mare dan Aitinyo Selatan.

Lanjut Ferinado, kebutuhan di Kabupaten Maybrat banyak yang masih terkendala melampaui posisi anggaran, dan akan yang lebih fokus lagi yaitu tiga skala perioritas, terutama pada kebutuhan ekonomi yang lagi terdampak Covid-19 maupun stabilitas pemerintahan serta stabilitas keamanan, tigal hal ini yang di fokus pada APBD-P Tahun 2121. Ferinado juga berharap supaya anggaran yang terbatas ini bisa di lakukan dengan baik, bagi teman – teman yang di eksekutif maupun di legeslatif.

Ferinandus juga berharap kepada Pihak  eksekutif yang berada di Aifat Raya , seperti kepala – kepala distrik, para tokoh – tokoh masyrakat harus kembali bersama masyarakat Aifat Raya yang lagi oksodus atau yang lagi sedang mengunsi.

Ferinandus juga menyampaikan bahwa dari pihak pemerintah dengan TNI PORLI sudah menjamin keamanan bersama,  agar masyarakat jagan  panik lagi dengan situasi dan kondisi yang terjadi, dan terutama harus ada data Base tentang yang eksodus keluar supaya terdata secara ril dan dipastikan sehingga masyarakat yang lagi masih eksodus atau tempat pengusian  akan di kembalikan, supaya di proteksi baik  dengan data penduduk yang ada, di pastikan, dan yang tinggal di Kabupaten Maybrat, akan di suport oleh OPD, Kepala Distrik maupun Kepala Kampung setempat, karena yang mengetahui data penduduk yang jelas adalah kepala distrik dan Kepala Kampung dari wilayah nya masing – masing supaya akan di ketahui aktor siapa pelaku pada tragedi yang terjadi di kosor, hinga bisa membantu pihak pemerintah dan pihak keamanan terkait 17 pelaku yang sudah DPO ditetapkan oleh Polda Papua Barat, karena jangan eksis lanjutan terhadap rakyat sipil yang lain, langsir Ferinadus, kalo tidak menyerahkan diri akan berdampak pada masyarakat sipil yang lain.

Lanjut Ferdinando terkait dengan kondisi jalannya roda pemerintah di ibu kota Kabupaten Maybrat bahwa , situasi dan kondisi yang terjadi mempengaruh optimalitas penyelengaraan pemerintahan, tetapi akan secara bertahap dipulihkanl situasi lapangan secara aman dan kondusif, walaupun beberapa agenda yang dilakukan diluar agenda Kabupaten Maybrat, karena mempertimbangkan efek dominonya dalam lanjutan situasi yang ada, tapi agenda – agenda lain akan  bertahap dilakukan di maybrat, tutup Ferinando.

Penulis : Cibat Fraren

Editor    : MA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *