KAIMANA, LUXEXORIENTE.COM – Konferensi Besar Masyarakat adat Papua (KBMAP) ke-IV kini siap dilaksanakan dengan Provinsi Papua Barat khususnya kabupaten Kaimana ditunjuk sebagai tuan rumah. Kegiatan tersebut sendiri dijadwalkan pada 25 sampai dengan 30 Oktober 2021.

Dikatakan oleh Ketua Panitia KBMAP Arifin Sirfefa saat konferensi Pers di Sekretariat KBMAP Jl Utarum Bantemi, Minggu,(5/09/2021) bahwa sampai saat ini persiapan sudah mencapai 50 persen dan tinggal menunggu finalisasi bersama dewan adat pusat dan Gubernur Provinsi Papua Barat.

“Sampai dengan saat ini panitia sudah bekerja dengan persiapan sudah 50 persen tinggal finalisasi kami pertemuan di Manokwari besok dengn Dewan adat pusat dengan dewan adat di Manokwari sekaligus denganGubernur Dominggus Mandacan” jelas Arifin didampingi sekretaris Panitia Viktor Isoga dan Ketua Dewan Adat Yohan Werfete bersama Wakil Ketua I dewan Adat Ramadhan Sabuku.

Konferensi besar tersebut rupanya akan digelar selama 5 hari di kabupaten Kaimana. Konferensi sendiri meliputi tujuh wilayah adat besar bangsa Papua yakni Bomberay, Domberay, Saereri, Mamta, La Pago, dan Anim Ha. Dengan jumlah total tamu tembus 1.200 orang.

“Rencana kegiatan dari tanggal 25 sampai 30 Oktober 2021 namun para tamu akan disambut sebelum tanggal 25 sampai tanggal 30 Oktober. Ada sekitar 3 sekolah yang telah diSurati yakni Yapis, YPK dan YPPK untuk menpung tamu tersebut. Sementara panitia inti nanti dekat dengan stadion juga ada hotel yang kita siapkan untuk tamu VIP. Dri awal sekitar 5.000 kita tekan sampai 1.200 mengingat masih dalam kondisi pandemi” terang Arifin.

Konferensi sendiri memiliki tema sentral yakni yang menjadi acuan dalam pembahasan nanti yakni “Selamatkan Manusia, Tanah, Dan Sumber daya Alam” di Papua.

Sementara itu, lanjut Arifin tujuan dari konferensi ini sendiri bertujuan untuk mendapatkan aspirasi dan masukan dari setiap utusan dari tujuh wilayah adat guna mendapatkan suatau keputusan. Terutama tentang hak-hak masyarakat Papua dan juga pembahasan tentang evaluasi Otsus kembali yang mana perlu disinkron bersama dalam konferensi nantinya.

Disamping melaksanakan konferensi di kabupaten Kaimana, panitia juga telah menyiapkan sejumlah kegiatan hiburan bagi para tamu salah satunya adalah pameran kerajinan Papua, dan tari-tarian asli Papua adapun juga lomba-lomba lukisan dan lain sebagainya.

Arifin menjelaskan bahwa dalam KBMAP diharapkan masyarakat dapat melihat mendukung dengan cara melihat peluang ekonomi yang ada.” Saya harap masyarakat dapat berpartisipasi, karena dengan adanya KBMAP di Kaimana masyarakat dapat melihat peluang untuk ekonomi seperti berjualan makan dan lainya” pungkas Arifin

Sementara ketua Dewan adat Kaimana Yohan Werfete menambahkan bahwa pihaknya telah melakukan sosialisasi kepada 8 Suku Asli Kaimana guna mendukung KBMAP IV ini sehingga berjalan dengan aman dan damai.

“Kami sudah beritahu kepada masyarakat Kaimana khususnya 8 Suku agar tetap mendukung berjalannya KBMAP ini dengan baik, aman dan damai” ungkap Yohan.

Untuk pembukaan sendiri direncanakan yang membuka kegiatan KBMAP IV adalah Presiden Joko Widodo.
” Direncanakan begitu kalau beliau ada waktu, selain itu juga kita undang menteri Pariwisata karena Beliau juga ingin ke sini ini merupakan salah satu moment untuk memperkenalkan kabupaten Kaimana” tambah Arifin.

Penulis : AR

Editor : MA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *