LUXEXORIENTE.COM – Lapangan kerja di Kabupaten Maybrat sangat minim dan menyebakan banyak sarjana di Kabupaten Maybrat menganggur. Persoalan lapangan kerja yang minim ini terlihat dalam realita yang dihadapi oleh masyarakat dan pemrintah Kabupaten Maybrat.

Kabupaten Maybrat sendiri adalah merupakan daerah Otonom Baru yang dimekarkan dari kabupaten Sorong Selatan pada tahun 2009 lalu, sampai kini Kabupaten Maybrat sudah berusia 11 Tahun. Dengan usian 11 tahun itu seharusnya pemrintah semakin mantap dan gesit untuk  mengupayakan lapangan kerja untuk menyerap Sumber Daya Manusia (SDM) yang ada agar tercipta kesejahteraan di kabupaten Maybrat. Karena Sumber Daya Manusia yang ada di Kabupaten Maybrat mememag terlalu banyak dan tidak cukup untuk ditampung semuanya di birokrasi pemrintah daerah.

Memang diakui bahwa dalam perjalanan Kabupaten Maybrat tidak dipisahkan dari konflik kekuasaan yang terjadi di daerah ini. Konflik-konflik tersebut seperti sengketa konflik pemindahan ibukota maupun konflik sengketa Pemilihan Kepala Daerah yang banyak menyita energy para pajebat dan masyarakat di Kabupaten Maybrat. Para pejabat tidak sadar bahwa konflik ini dapat menghambat pembangunan di kabupaten Maybrat. tapi konflik sengketa ibu kota kabupaten Maybrat sudah terselesaikaan dan dikuburkan di bumi Faitmyaf sebagai ibukota kabupaten defenitif melalui PP No 41 tahun 20019 tentang pemindahan ibukota dari distrik Ayamaru ke distrik Aifat, sekarang kita harus bangkit dan keluar dari persolan tersebut.

Menyikapi masalah pengangguran di Kabupaten Maybrat, maka Pemerintah Daerah sebagai agen utama yang bertanggung jawab atas permasalahan ini seharusnya sudah kreatif dan tidak menunggu ketika masalah itu terjadi dahulu, tetapi seharusnya sudah diantisipasi sejak dini dengan berbagai program starategis pemrintah untuk mendeteksi serta mengatasi permasalahan ketenaga kerjaan di Kabupaten Maybrat.

Potensi di Kabupaten Maybrat sebenarnya masih sangat banyak untuk dikembangkan guna menyerap tenaga kerja lokal di Kabupaten Maybrat, hal tersebut terlihat seperti potensi periwisata di kabupaten maybrat yang amat menjanjikan, kekayaan alam serta peluang sosial dan budaya dimiliki oleh Masyarakat Maybrat untuk dikembangkan sehingga tercipta lapangan kerja baru untuk masyarakat yang menganggur.

Pembangunan yang selama ini dilakukan oleh pemerintah Kabupaten Maybrat, kita bisa mengukur bahwa hampir tidak nyata dan menyentuh pada peroalan dan kebutuhan masyarakat.Para elite (Pejabat) pemrintahan semakin ternina bobokan oleh kenyamanan fasilitas Negara yang melekat pada dirinya sebagai pejabat publik sehingga pejabat tersebut tidak mau mengulurkan tangan untuk mengurus dan memperhatikan kebutuhan masyarakat yang sejak lama menderita.

Sehingga beberapa bulan lalu segenap mahasiswa asal Maybrat Se-Nusantara  yang melakukan aksi untuk mengkritisi kinerja pemerintah Maybrat dalam menjalankan pembangunan di Kabupaten Maybrat.  Mahasiswa menilai bahwa Pemrintah Maybrat semakin sombong dan angkuh dalam menjalan kekuasaan padahal kekauasaan sesungguhanya bukanlah alat untuk menindas manusia lain. Tetapi kekuasaan adalah alat untuk mensejahterakan masyarakat.

Bila kita mengharapakan Aparatur Sipil Negara (ASN) sebagai tempat utama untuk penyerapan lapangan kerja maka selayaknya pemrintah sudah gagal dalam melindungi dan mensejahterakan masyarakat, jabatan ASN sesungguhnya adalah merupakan pelayanan dan pengabdian kepada masyarakat. Apartur Sipil Negara (ASN) adalah merupakan profesi pelayanan kepada masyarakat. ASN adalah pelayan dan masyarakat adalah Bos tetapi realita Maybrat menceritakan hal sebaliknya, ASN adalah Bos sedang masyaarakat adalah orang yang ditindas, hal ini terlihat pada perilaku ogah-ogahan di tubuh ASN Maybrat yang sombong dan angkuh terhadap masyarakat ats kekuasaan yang dimilikinya.

Untuk mengatasi persoalan di atas maka Pemrintah Kabupaten Maybrat seharusnya sudah dapat melakukan hal-hal strategis seperti berikut ini:

Pertama, Pemrintah Kabupaten Maybrat harus gencar memembuka diri serta mempromosikan potesnsi ekonomi yang ada di Kabupaten Maybrat yang mana gunanya untuk mendatangkan arus investasi yang ramah lingkungan guna masuk di kabupaten maybrat untuk dapat membuka kesempatan kerja kepada semua masyarakat yang ada di Kabupaten Maybrat.  Potensi dimaksudkan adalah potensi sosial, potensi budaya serta potensi sumberdaya manusia potensi sumberdaya alam (pariwisata) yang ada di Kabupaten Maybrat.

Kedua, Pemrintah seharusnya melaksanakan program pemetaan telenta  Sumberdaya Manusia (SDM) yang dimilik Kabupaten Maybrat sehingga mempermudah pemerintah untuk melaksanakan pelatihan serta pembinaan terhadap SDM di kabupaten Maybrat. karena intelektual Kabupaten Maybrat memang sangat banyak tetapi perlu dibekali dengan skil dan kemampuan terapan untuk dapat kerja professional.

Ketiga, Pemrintah Kabupaten Maybrat Perlu mengeluarkan regulasi untuk  perlindungan masyrakat lokal dalam dunia usaha, masyarakat lokal yaitu anak asli Maybrat harus dilibatkan penuh dalam proses pembangunan Maybrat seperti  pada saat melakukan tender proyek dan lain-lain di kabupaten maybrat, harusnya  diutamakan dalam pemenang proyek serta program pemerintah adalah putra-putri Maybrat sehingga masyarakat Maybrat dapat bersaing di dunia Wirausaha.

Ke empat, dalam rekrutmen Aparatur Sipil Negara seharusnya pemrintah Kabupaten Maybrat melakukan politik keberpihakan kepada putra dan putri Papua khususnya putra-putri kabupaten Maybrat untuk diutamakan dan didahulukan bila perlu dilolosakan 100% dalam tes CPNS, karena hal tersebut sudah dijamin dalam undang-undang no 21 Tahun 2001 tentang Otonomi Khusus Papua yang bebrbicara terkait affirmative action untuk putra dan putri Papua.

Ditulis Oleh: Marius Air

Mahasiswa Pasca Sarjana Universitas Kristen Indonesia Jakarta.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *