SORONG, LUXEXORIENTE.COM – Dukungan kenabian enam belas (16) Imam  Asli Papua Keuskupan Manokwari Sorong kepada kebijakan Bupati Kabupaten Sorong untuk mencabut izin usaha Perusahan kelapa sawit di Sorong.

Ke 16 Imam tersebut adalah : Pastor Isak Bame,Pr RP. Bernadus Wos Baru.,  OSA, RP Jan Piter Fatem., OSA, RP Atanasius Bame.,OSA, RP Lewi Ibori, OSA, RP Plipus Sedik, OSA, Imanuel Bofitkamon Air., OSA, RP Yohanis Sedik, OSA,  RP Paulus Troba,OSA, RD Imanuel Tenau,Pr, RD Adrianus Tuturop, Pr,  RD Yulianus Korain, Pr, RD Martin Hombahomba,Pr, RD Daniel W Gobai, Pr, RD Frans Yerkohok, Pr, RD Yohanes Warpopor, Pr.

Dukungan Imam ini dinyataka dalam jumpa pers yang diselenggarakan di  Gedung Lux Ex Orinete Halaman Gereja Katedral Sorong hari Sabtu tanggal 28 Agustus 2021, pukul 13.00 WIT.

Tema yang diusung dalam Suara kenabian  enambelas imam asli Papua  ini adalah “Dukungan kenabian kepada Bupati Kabupaten Sorong  untuk mencabut izin  operasional Perusahan perkebunan kelapa sawit PT. Mega Mustika Plantation  yang telah beroperasi di Klaben tanah Moi Distrik Klawoso dan Distrik Moraid Kabupaten Sorong Provinsi Papua Barat.

Pastor Katolik peribumi Papua mendukung penuh keputusan Bupati  Kabupaten Sorong, Dr.Jhony Kamuru,S.H., M.Si untuk mencabut izin operasi perkebunan kelapa sawit dan pendirian pabrik kelapa sawit oleh PT. Mega Mustika Plantation.

Dukungan ini berdasar studi kelayakan yang telah dilakukan oleh para ahli lingkungan hidup, baik dari Pemkab Sorong sendiri maupun pihak LSM  dan bagian hukum lainnya yang telah melakukan dukungan kepada Bupati Kab Sorong.

Dalam komitmen dukungan suara Imam Katolik Asli Papua  kepada Bupati Sorong ini adalah untuk menyelamatkan tanah dan hutan orang Moi di bumi Papua Barat. 16 suara Imam Keusukupan Manokwari Sorong mengencam keras  dengan lima ( 5) poin yaitu :

Imam Katolik Peribumi Papua Mendukung penuh atas keputusan Bupati sorong  Dr. Jhoni Kamuru, S.H ., M.Si atas pencabupatan izin operasi tiga perusahan perkebunan kelapa sawit di tanah Moi yang ditetapkan pada tanggal 27 April Tahun 2021.

Imam Katolik juga Menolak interfensi Perusahan dalam bentuk apa pun, termasuk interfensi hukum yang sedang di mainkan oleh perusahan – perusahan tersebut.

Mereka (Imam Katolik Peribumi Papua) juga menyuarakan kepada majelis hakim  di PTUN Jayapura yang mengadili perkara ini agar mendahulukan penegakan hak hidup, sebagaian dari hak asasi manusia dan kepentingan hukum adat orang Moi.

Imam Katolik peribumi Papua Mengencam keras perbuatan kejahatan  perusahan – perusahan kelapa sawit yang merusak dan menghancurkan alam dan hutan masyarakat ada di seluruh tanah papua.

Dan Imam Peribumi Papua ini Meminta kepada Gubernur Papua dan Papua Barat serta semua Bupati dan Walikota se tanah Papua agar berani mengambil sikap dan teladan  yang sama seperti Bupati Kabupaten Sorong.

Penulis : Cibat Fraren

Editor   : MA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *