JAKARTA LUXEXORIENTE.COM – Kelompok masa aksi yang mengatas namakan Aliansi Mahasiswa  Tolak Otsus Jilid II melakukan aksi di depan kantor Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia Jl. Medan Merdeka Utara Jakrta Pusat. Aksi ini dilakukan pada hari senin tanggal 10 Agustus  2020 pukul 11.00-14.00 WIB dalam rangka menolak otonomi khusus jilid II. Ada 62 orang yang tergabung dalam kelompok aksi ini. Dalam aksi ini kelompok aliansi mahasiswa tolak otsus menyatakan dengan tegas  menolak Otsus Jilid II dalam bentuk apapun di west Papua.

Selanjutnya mereka aliansi mahasiswa tolak otsus jilid II juga dengan tegas menolak suatu bentuk kompromi sepihak yang tidak melibatkan rakyat Papua terkait refisi Otsus jilid II karena Rakyat Papua lah yang mempunyai hak sepenuhnya untuk berbicara terkait otonomi khusus jilid II.

Seterusnya Aliansi Mahasiswa Papua Tolask Otsus mendesak Pemerintah Republik Indonesia untuk membuka seluas-luasnya akses jurnalis asing di tanah Papua. Karena menurut masa aksi selama ini kebebasan pers di Papua dibungkam negara, oleh karena itu mereka mengharapkan agar pemerintah RI membuka seluas-luasnya media asing untuk mliput dan melapor setiap peristiwa yang terjadi di Papua.

Kelompok masa aksi Juga  mendesak agar pemerintah Republik Indonesia menghentikan pembangunan Kodam, Kodim, Korem dan tarik seluruh TNI Polri dari tanah Papua. Karena menurut mereka kehadiran aparat TNI Polri yang terlalu banyak di Papua membuat resah masyarakat sipil di Papua barat.

Poin berikutnya masa aksi meminta pemerintah untuk segera bebaskan tahanan politik Papua, yang selama ini menjadi korban ketidak adilan dalam pelaksanaan hukum di Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Dan poin penutup masa aksi meminta Pemerintah Republik Indonesi untuk memberikan  hak penentuan nasib sendiri sebagai solusi demokratis untuk masyarakat di tanah Papua. Karena menurut mereka penentuan nasib sendiri adalah merupakan jalan terbaik untuk mengakhiri konflik yang berkepanjangan di tanah Papua.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *