MAYBRAT, LUXEXORIENTE.COM – Pada sidang Perubahan APBD 2020 Kabupaten Maybrat, Desa Bori, Aifat tidak dimuat dalam alokasi APBD Tambahan 2020, hanya beberapa titik yang dimuat dan dianggarkan dalam sidang tersebut, ungkap Antonius Kosamah, Ketua Forum Peduli Bori Raya diterima media ini, Sabtu (3/10).

Sebagai Tokoh Intelektual, merasa kesal terhadap pemerintah daerah setempat saat ini yang tidak memikirkan kepentingan dan pemerataan kesejahteraan masyarakat. Padahal infrastruktur jalan itu kebutuhan dasar untuk menggerakan kemajuan ekonomi masyarakat desa setempat.

“Desa ini (Bori) setiap tahun merasa betapa kendala infrastruktur jalan dan akan memperlambat pertumbuhan ekonomi rayat di desa tersebut”, Ujar Ketua Forum Peduli Bori Raya.

Menurut Tokoh Intelektual Bori Raya itu, harus ada pemerataan dan keseimbangan untuk mensejahterakan rakyat, bukan diprioritaskan yang sangat membutuhkan. Namanya infrastruktur kita semua sangat membutuhkan karena infrastruktur merupakan sarana untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi dan SDM di Wilayah itu.

“Sikap kami bahwa pada sidang APBD Induk Tahun 2021 nanti, ruas jalan Emon – Bori harus dianggarkan, jika tidak maka, kami akan mobilisasi masa untuk berdemostrasi didepan kantor Bupati dan DPRD Kabupaten Maybrat”, tegas Anton, Sapaan akrabnya.

“Jika tuntuan itu tidak diindahkan maka pemeilihan Bupati dan Wakil Bupati yang akan datang, kami masyarakat Bori Raya akan menolak dengan tegas dan kami tidak akan mengikuti pesta demokrasi (boikot) itu”, tambah Anton.

Sementara itu, Gabriel Fatie, salah satu Tokoh Masyarakat Bori Raya ikut mengeluhkan infrastruktuur jalan yang bertahun-tahun tetap rusak begitu saja, harusnya ada perhatian serius dari pemerintah terhadap masyarakat disini.

“Mereka (pejabat) itu harus melayani kami rakyat, bukan kami yang melayani meraka, itu terbalik. Bukan kami rakyat yang harus pontang-panting melayani pejabat”, ujar Gabriel, sapaan akrap Tokoh Masyarakat ini.

Menurut Gabriel, Pemerintah ditingkat manapun memang diadakan untuk tujuan pembangunan, pemerataan dan kesejateraan masyarakat setempat. Infrastruktur jalan salah satu wujud pemberdayaan masyarakat desa.

“Kami masyarakat disini menilai pembanguan infrastruktur jalan ke Kampung Bori Raya masih jauh tertinggal dibandingkan dengan daerah tetangga lain. Untuk itu, kami berharap pada sidang APBD Induk 2021 nanti, ruas jalan Emon-Bori harus dimasukan dalam pembahasan nanti, bila perlu ditetapkan dan harus dibangun pada tahun 2021 nanti”, pungkas Gabriel.

Forum Peduli Bori Raya ini telah disepakati oleh empat Kepala Kampung yakni Kampung Bori, Kampung Bori Tamur, Kampung Raha, dan Kampung Irata distrik Aifat, Kabupaten Maybrat. Forum ini ada untuk memperhatikan serta memperjuangkan apa yang menjadi kebutuhan dan kesejahteraan masyarakat di Kampung Bori Raya.

Penulis : Simon Kosamah
Editor : Yosak

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *