MAYBRAT, LUXEXORIENTE.COM – Masyarakat Kampung Tahmara Distrik Aifat Selatan Kabupaten Maybrat melakukan aksi protes terhadap janji-janji bupati kepada masyarakat di distrik Aifat Selatan pada hari ini rabu 28 oktober  2020 di Kampung Kisor, Distrik Aifat Slatan Provinsi Papua Barat.

Aksi tersebut dilakukan  se uasai upacara memperingati hari Sumpah Pemuda  yang diselengarakan di Kantor Distrik Aifat Selatan, Kabupaten Maybrat Provinsi Papua Barat, dalam aksi ini masyarakat melakukan pemalangan serta merusak fasilitas kantor distrik Aifat Selatan, dengan menjebol beberapa kaca-kaca. Tidak hanya pemalangan kantor Distrik tetapi masyarakat juga melakukan pemalangan jalan raya penghubung Susumuk-Kisor.

Sesuai pantauan media ini, Hal tersebut dilakukan akibat masyarakat dan pemuda di Kampung Tahmara merasa kecewa terhadap janji-janji manis Buapti Kabupaten Maybrat Drs. Bernad Sagrim, MM , bahwa tanggal 28 oktober 2020 dalam rangka upacara hari Sumpah Pemuda di Distrik Aifat Selatan sekalian disitulah akan di serahkan SK Kampung Tahmara, kata warga kampung Tahmara.

Mama Meriana Sowe saat dijumpai di tempat pemalangan bahwa mereka kesal dengan janji Bupati Kabupaten Maybrat, bahwa beberapa waktu lalu Bupati Kabupaten Maybrat telah berjanji kepada warga masyarakat Tahmara di depan gereja bahwa tanggal 28 Oktober tahun 2020 setelah upacara sumpah pemuda sekalian akan diserahkan SK kampung Tahmara, tapi sayangnya Bapak Bupati tidak tepati perjanjian tersebut, maka warga Kampung Tahmara melakukan pemalangan dan mengacaukan situasi saat usai upacara hari Sumpah Pemuda di Ibukota Distrik Aifat Selatan.

Kata mama meriana Sewe bahwa mereka kesal, mereka sudah buang – buang waktu dan energi untuk persiapan hal-hal, seperti:  masak- memasak, persiapan kendaran, bahkan beberapa hari lalu mereka turun ke Kota  Sorong melakukan pembelanjaan bahan konsumsi dan pake mobil naik turun untuk persiapan penyerahan SK tersebut pada usai upacara,

selanjutnya Meriana juga menyesal mereka sudah keluarkan uang sebesar lima puluh juta Rupiah lebih  untuk persiapan dalam penyambutan SK Kampung Tahmara, maka Mama Meriana kesal dengan hal itu bersama masyarakat Kampung Tahmara meminta kepada  Bupati Kabupaten Maybrat segera bertanggung jawab atas  perjanjian tersebut, dan Bupati Maybrat juga harus tau bahwa PAD yang di dapat oleh pemerintah Kabupaten Maybrat itu dari hasil alam kami, kata mama Meriana yang dijumpai di tempat aksi pemalangan Kampung Kosor, Distrik Aifat Selatan Kabupaten Maybrat.

Pewarta: Cibat Fraren

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *