MAYBRAT, LUXEXORIENTE.COM –  Jalan utama Trans Papua Barat di landa longsor akibat hujan deras pada  tanggal 29 september 2020. Karena longsor tersebut terjadi dipertengahan Kampung Ayawasi menuju Kampung Maan Distrik Aifat Utara kabupaten Maybrat.
Longsor tersebut memadai jalan mengakibatkan  kemacetan aktifitas bagi ketujuh kampung di wilayah Yamko,  maupuan wilayah Mare dan wilayah rute Manokwari – Tambrauw, hingga sampai sekarang.
Kepala Mampung Maan Paskalis Fatie menyampaikan bahwa kemarin jalannya sudah di perbaiki oleh oksafator  milik salah satu Pengusaha di Distrik Aifat Utara.
Perbaikan tersebut masih dalam proses utang pi utang, dan mereka sekarang melakukan pemalangan untuk menaguh seribu dua ribu untuk tamba – tamba melunasi utang eksafator tersebut, kata Paskalis Fatie.
Selanjutnya Paskalis mengaku bahwa memang kemarin kepala Distrik Aifat Utara Philipus Fanataf, S.Sos turun langsung di tempat kejadian peristiwa pada saat longsor terjadi, intruksi Kepala Distrik bahwa ke-tujuh Kepala Kampung harus menagulangi beban biaya sebesar satu juta untuk tamba – tamba membayar alat yang telah dalam proses pembongkaran, supaya aktifitas bisa berjalan lancar lancar.
Dan paskalis melanjutkan bahwa sekarang ini memang mereka kepala kampung masih dalam situasi kosong makanya mereka kepala kampung mau buat apa? , situasi seperti begini, maka pemalangngan untuk penagihan harus dijalankan, kata Paskalis di temui di Kampung Maan Distrik Aifat Utara Kabupaten Maybrat pada hari kamis 1 oktober 2020.
Paskalis juga menyampaikan kalo mereka tidak inisiatif untuk mengambil kebijakna tersebut maka pasti jalan tetap masih ditutup oleh longsor.
Kepala kampung Paskalis Fatie membeberkan bahwa sebenarnya jalan Trans Papua Barat ini harus orang BALAI yang punya tanggung jawab, tetapi kapan bisa orang balai turun cepat untuk melakukan pembongkaran, pasti dikasih  informasi naik  di atas dulu dan lama baru orang balai turun.
Lanjut Paskalis sekarang kami tagih ini hanya tenaga operator beko yang masih utang tujuh juta, kemarin hanya kami masih bicara kontrak untuk hari ini harus diselesaikan. Jika belum selesai utang tersebut maka jalan Trans Papua Barat akan ditutup kembali tunggu orang balai turun kerja, pungkas paskalis Fatie.
Reporter: Cibat Fraren
Editor: MA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *