SORONG,LUXEXORIENTE.COM – Gagal untuk mengambil kebijakan Pemerintah Kabupaten Maybrat yang tidak merespon positif terkait lika liku kehidupan masyarakat Aifat Timut Raya yang lagi mengalami beberapa hal menyangkut infrastruktur umum seperti jalan yang rusak, pendidikan serta kesehatan.

Apolos Kosamah selaku Sekertaris mahasiswa Ayosami  Sorong menyampaikan bahwa semenjak Pemerintah Kabupaten Maybrat hadir tahun 2009 sampai sekarang masyarat Aifat Timur Raya selalu dijadikan anak tiri, dan mereka juga sangat kecewa terkait dimanakah hati dan mata Pemerintah terhadap masyarakat Aifat Timur Raya, kata Apolos Kosamah di wilayah Aifat Timur Raya belum pernah ada pembangunan digunakan dana dari APBD Kabupaten Maybrat, hanya dari APBN yang bisa ada sedikit trobosan diwilayah Aifat Timur Raya.

Kata Apolos yang ditemui media ini di Pondopo Alun-alun Aimas Kabupaten Sorong Pada Hari Senin 29 Maret 2021 saat Mahasiswa Aifat Timur Raya melakukan reaksi dalam bentuk tulisan dipanflet atau kertas terkait Pemerintah Kabupaten Maybrat yang gagal untuk melihat situasi kehidupan masyarakat Aifat Timur Raya yang diguyur kerusakan jalan dan jembatan maupun kesehatan serta pendidikan, penyebab utama adalah kerusakan jalan yang mematikan semua hal.

Lanjut Intelektual Muda dari Aifat Timur Raya, Willem Assem menandaskan bahwa kehadiran Pemerintah Kabupaten Maybrat untuk masyarakat Aifat Timur Raya itu nol porsen, yang hadir di masyarakat hanya Pemerintah Pusat, kata Willem Assem bahwa Pemerintah Kabupaten Maybrat menutup mata untuk tidak melihat apa yang dialami oleh masyarat Aifat Timur Raya, pada kenyataannya seakan-akan Pemerintah pikir di Aifat Timur tidak ada masyarat, kata Willem yang merancang kehadiran Ibu Kota Kabupaten Maybrat bukan otaknya kami orang Aifat Timur.

Lanjut Ferdinan AsSem juga sebagai intelektual muda dan juga sebagai anak tokoh Aifat Timur Raya, menegaskan bahwa sekarang jalan di Kampung Kamat terputus kemungkinan besar akan berpengaruh pada pesta perayaan Paskah karena akses jalan tidak terlalu efektif. Beber Ferdinan padahal Pemerintah keliru sebenarnya, potensi sumber daya alam (SDA) dilingkup Pemerintahan Kabupaten Maybrat itu berada di Wilayah Aifat Timur, jadi Pemerintah Kabupaten Maybrat jangan sepelekan  kami, karena suatu saat Pemerintah Kabupaten Maybrat akan menyesal kalau Pemerintah tidak konsen ke kami masyarakat Aifat Timur, Pungkas Ferdinan.

 

Pewarta               : Cibat Fraren

Editor                    : MA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *