MAYBRAT, LUXEXORIENTE.COM – Kajadian tak terduga menewaskan nyawa ke dua orang gadis asal Kampung Konja.

seperti informasi yang diterima media ini, Kejadian tersebut terjadi di bawah kaki Gunung Petik Bintang tepatnya Jembatan Ipaif, Distrik Aifat Utara, Papua Barat  pada hari Minggu 25 Oktober 2020.
Inisial kedua korban tersebut baru diketahui kemudian yaitu atas nama  Maria Wohot Turot yang masih dalam bangku pendidikan Sekolah Menengah Pertama ( SMP ) dan Scolastika Vivi Baru yang juga sebagai seorang mahasiswi di kota studi Yogyakarta, yang sedang berlibur di kampung halam karena imbasan Virus Corona.
Ceritanya adalah seusai ibadah hari Minggu 25 Oktober 2020 di gereja Katolik St.Yohanis Rasul Konja pada jam 09.00 dini hari WIT.
Karena tertarik dengan indahnya pesona wisata alam Gununung Petik Bintang kedua gadis itu bergegas pulang dari gereja dan bergati pakian sebahyang lalu pergi berwisata di Gunung Petik Bintang yang indah mempesona itu.
Almarhum Maria Wohot dan Scolatika ( atau biasa di sapa Mba Ika) mereka mengemudi motor metik berwarna hitam untuk pergi ke objek wisata Petik Bintang.
Sehabis foto selfi mereka berdua hendak bergegas pulang ke Kampung Konja. Dalam perjalanag pulang dari Gunung Petik Bintang sampai di tanjakan satu Minggu menuju turun-turun di jembatan Ipaif terjadilah rem blong di tengah-tengah tanjakan maka mereka berdua meluncur kencang hingga menabrak pembetas jembatan  Kali Ipaif. Karena terbentur keras di pembatas jembatan, akhirnya kedua gadis tersebut meninggal dunia di tempat kejadian.
Seperti info yang dikonfirmasi media ini, kejadian maut tersebut terjadi kira-kira pukul 14.00 siang WIT, kata Manfred Bame dan Maxi Bame yang menemukan kedua jenasah korban kejadian  tersebut berkisar jam 5 sore.
Kata Manfred yang biasa disapa Msok bahwa kebetulan mereka berdua mau tujuan ke arah Ipaif begini ketemu salah satu mobil yang rute dari arah Tambrauw menuju Sorong, kebetulan mobil melintasi dan melihat kejadian tersebut dan para sopir  memanggil Msok dan Maxi yang sedang parkir motor di atas  bass camp bekas perusahan Dviko Ipaif.
Lalu Msok dan Maxi melihat kejadian tersebut yang terjadi beberapa jam lebih awal,  kondisi jenasah tegeletak di atas jambatan dan­ kondisi jenasah juga badannya sudah membengkak kiri kanan, lalu mereka lihat hal tersebut seperti begitu menjadi panik.
Selanjutnya, Maxi lari balik ke kampung Konja untuk memberitahukan peritiwa tersebut kepada warga kampung.
Situasi jenasah tersebut masih di tangani oleh pihak keamanan dan para medis, dan jenasah tersebut akan  rencanakan dimakamkan  pada hari lusa hari Selasa 17 Ktober 2020 di pemakaman umum Tapa Kampung Konja, pungkas Manfed yang di konfirmasi lewat via telpon nya.
Pewarta: Cibat Fraren

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *