TAMBRAUW, LUXEXORIENTE.COM – Dalam rangka perlindungan dan pemberdayaan hak Masyarakat asli Papua di Kabupaten Tamberauw, Bupati Kabupaten tamberauw Gabriel Asem, SE, MM tandatagani surat pengakuan dan pengesahan masyarakat asli Rae Tavi kabupaten Tamberauw.
Kegiatan ini tersebut dilakukan di Ruangan Polaris Baalroom hotel Vega Kota Sorong pada hari Sabtu, 5 Juni 2021.

Kegiatan ini dihadiri dan  oleh bebrapa tamu undangan yang datang. Tamu undangan yang datang adalah Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Papua Barat. Kapolres Sorong atau yg mewakili, serta semua perangkat OPD Kabupaten Tambrauw dan turut hadir juga masyarakat adat rae tafi sebagai pemilik wilayah adat.

Penandatanganan SK yang dilakukan oleh Buapati yang didampingi ketua DPRD kabupaten Tamberauw, Cosmas Baru S.Hut berjalan lancar dan penuh semarak seluruh hadirin.

Buapati Kabupaten Tambrauw mengungkapkan dalam jumpa pers sebagaimana yg ditemui media ini di Hotel Vega, Gabriel Asem  menyampaikan bahwa kebijakan untuk perlindungan hak masyarakat adat Kabupaten Tambrauw, ini adalah merupakan wujud implemantasi dari visi dan misi Bupati Kabupaten Tambrauw periode 2017-2022.

Poin misi yang dimaksud Gabriel Asem adalah pada misi ke 5 dan 6 yang berisikan pemerintah Kabupeten Tamberauw melestarikan lingkungan dan menjadikan Kabupaten Tambrauw sebagai Kabupaten Konservasi dan misi ke 6 yaitu melestarikan budaya dan memperhatikan hak-hak masyrakat adat. Kebijakan ini tentu merupakan ujud nyata dari ke dua misi Bupati periode 2017-2022.

Gabriel Asem Juga menekankan bahwa peruntukan daerah konservasi Kabupaten Tambrauw tidak boleh memiskikan masyarakat yang ada di dalam daerah konservasi Tambrauw. Masyarakat harus diperhatikan dan dilindungi serta ditingkatkan taraf kehidupanya pangkas Gabriel Asem.

Pada kesempatan yang sama Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Papua Barat menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi Papua Barat mengapresiasi dan mendukung kebijakan yang dilakukan oleh bapak Bupati Kabupaten Tambrauw ini. Ini merupakan bentuk penghargaan terhadap masyarakat adat yang hidup di Tanah Papua Barat.

 

Editor: MA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *