MAYBRAT, LUXEXORIENTE.COM – Masyarakat 9 Kampung Distrik Mare Kabupaten Maybrat, Papua Barat menayakan bantuan langsung (Bansos) berupa dana dan sembako dari Pusat melalui kantor Pos. Hanya tinggal nama karena tidak sampai di tangan masyarakat. Hal tersebut disampaikan salah satu warga Kampung Rufases Beni Bame, lewat Via telepon, Minggu, (4/10/2020).

Undangan yang dikeluarkan dari kantor Pos untuk 9 kepala Kampung yang akan menerima Bantuan langsung. “Undangan tersebut telah diambil dan ditahan oleh Ibu Kepala Distrik Mare Domongas Apia Sera, S.Ip”. Kata Beni

Berdasarkan waktu pembayaran yang beredar di Undangan itu tanggal (21/7/2020) di Sukesiar, Distrik Mare Selatan. “Bantuan Langsung Tunai (BLT) 1 Kepala Keluarga (KK), Rp. 1.800.000,- dan jumlah beras 3 Ton serta Per Kampung 40 Sak”. Jelas Bame

“Saya hanya meresa peduli karena masyarakat, saya juga meresa peduli karena wilayah dan daerah. Serta Saya turun sendiri melakukan pembuktian di lapangan. data lengkap Wawancara berupa Vidio terhadap orang yang pegang Kunci Gudang Beras, Kepala Distrik, Kepala Kapung dan Anggota DPRD dari Fraksi Partai Demokrat dapil Yumassess, Wilayah Mare”. Tegas Beni Bame juga Warga Masyarakat Rufases itu.

Ada 4 kampung yang tidak melakukan pembayaran BLT bagi masyarakatnya di Distrik Mare, seperti Kampung Bokraby, Sun/ Waban, Sawo dan Nafase. “Untuk dana saya tidak ikut intervensi tetapi, yang kami bicara itu Beras karena 9 kampung tidak dapat, Siapa yang angkat dari Gudang”?. Tanya dia

Beni Bame pun berharap kalau boleh kepala Distriknya harus diganti dan mereka yang telah melakukan Penyalagunaan Aggaran BLT diberi sangsi Hukum.

Setelah media ini melakukan konfirmasi kepada salah satu warga Kapung Bokraby Meky Baru ikut membenarkan bahwa mereka tidak mendapatkan Anggaran tersebut dan Kepala Kampung alias KPK bawa ke kota untuk menghabiskannya. Tutup Meky

Reporter : Be
Editor : MA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *