Tanggapi Pernyataan Pemda Tambrauw, Kosmas Sedik : Manajemen SDM oleh PEMDA Tambrauw Belum Tepat.

TAMBERAUW, LUXEXORIENTE.COM –Pemerintah Daerah Kabupaten Tambrauw dalam Pemberitaan Media Online Garda Papua.Com (Baca : Tegas!! Pemda Tambrauw Tidak Terima Tenaga Honorer lagi) menegaskan bahwa mulai dalam tahun 2021, tidak akan ada lagi perekrutan atau penerimaan tenaga honor.

Hal itu mendapat sorotan maupun tanggapan dari berbagai kalangan, salah satunya datang dari Kosmas Sedik, S.M, Mahasiswa Magister Manajemen Universitas Janabadra Yogyakarta, Konsentrasi Manajemen Sumber Daya Manusia dan Tenaga Honor Daerah Puskesmas Syujak, Yang juga merupakan Anak Asli Tambrauw.

Kosmas menilai kebijakan Pemda Tambrauw ini berpotensi merugikan Anak Asli Tambrauw dan sangat merendahkan Sumber Daya Manusia yang dimilikinya.

“Amin. Puji Tuhan. Sebenarnya tidak ada Anak Asli Tambrauw yang malas. Yang salah dalam hal ini adalah Manajemen Sumber Daya Manusia oleh PEMDA Tambrauw yang belum tepat”, Ungkap Kosmas Sedik kepada media ini pada Kamis (21/01).

Menurut Sedik, kebijakan Pemda tidak tepat karena : Pertama, mulai dari tahap perekrutan sampai dengan penempatan, tidak sesuai dengan konsep Manajemen Sumber Daya Manusia, Amanat UU OTSUS, dan semangat awal perjuangan Kabupaten Tambrauw.

Kedua, sampai saat ini belum ada regulasi Daerah/ PERDA yang menjadi acuan pelaksanan perekrutan dan penempatan tenaga honor Daerah di Tambrauw. Sejauh ini hanya diatur dalam Surat Keputusan yang tidak memberikan kejelasan tentang deskripsi tugas dan tanggujawab Tenaga Honor yang ditempatkan dalam suatu Instansi.

Ketiga, belum ada langkah Peningkatan Skil oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Tambrauw terhadap Tenaga Honor Daerah yang ditempatkan. Sebab, Peningkatan Skil merupakan salah satu langkah menambah kemampuan dan menyesuaikan Pegawai dan Karyawan seperti yang seharusnya dilakukan oleh Instansi Pemerintah maumpun Perusahaan.

Keempat, manajemen kinerja oleh Pemda Tambrauw masih sangat jauh dari harapan. Jangankan Tenaga Honor, PNS pun masih sangat jauh dari harapan berdasarkan Regulasi yang berlaku maupun konsep Manjemen Sumber Daya Manusia yang baik dan benar.

Kelima, perekrutan dan penempatan Tenaga Honor tetap dilaksanakan dengan memperhatikan konsep Manajemen Sumber Daya Manusia dan Regulasi Daerah yang tepat. Sebab ini merupakan langkah untuk mengatasi penganguran dan menekan angka kemiskinan. Serta mengatasi Kecemburuan Sosial terhadap hasil seleksi CPNS Tahun 2018, karena substasi awal perjuangan pembentukan Kabupaten Tambrauw; salah satunya adalah persoalan lapangan pekerjaan.

Keenam, Pemerintah Daerah segera bekerja sama dengan Tenaga Ahli atau Lembaga Sertivikasi Nasional yang berkonsentasi khusus untuk mengatur pengelolan Sumber Daya Manusia lebih khusus Tenaga Honor Seperti BINTERBUSIH. Agar pengelolaan Manajemen Sumber Daya Manusia Baik dan mampu menghadirkan kader Abdi Negara yang kompeten.

Diakhir, Kosmas Menegaskan bahwa tanggapan ini merupakan koreksi terhadap Kebijakan Pemerintah Kabupaten Tambauw Secara khusus Kebijakan SEKDA Tambrauw yang dimuat dalam pemberitaan tersebut sebagai bentuk kecintaan Anak Negri Terhadap Pembangunan Daerah.

Pewarta  : Yosak

Editor : MA

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: