Kuasa Hukum Ajukan Eksepsi, Sidang Terdakwa 3 Tapol Maybrat, Papua Barat ditunda Pekan Depan

SORONG, LUXEXORIENTE.COM-Pengadilan Negeri (PN) Kota Sorong , Papua Barat, dini hari Rabu (16/09) telah menggelar sidang perdana terhadap tiga tahanan politik (tapol), Maybrat Papua Barat dengan agenda pembacaan dakwaan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU)

Para terdakwa itu yakni Marthen Muuk, Simon Sasior, dan Yakobus Assem. Mereka adalah Rakyat Sipil yang ditangkap dan ditahan di Polres Sorong Selatan Pasca penyisiran aparat TNI-POLRI di Aifat Timur, Maybrat pada April 2020 (red)

Ferinando Martin Ginuni, Tim Kuasa Hukum Tapol dari Lembaga Bantuan Hukum Kaki Abu Sorong kepada media ini mengatakan bahwa sidang hari ini adalah terkait tiga Tapol yang ditahan dari Polres Sorong Selatan selama kurang lebih 5 bulan terhitung sejak masa penangkapan pada April 2020.

“Sidang tadi terkait tiga Tapol yang ditahan dari Polres Sorong Selatan, yang mana kami sudah mendengar Pembacaan Dakwaan dari  Jaksa Penuntut Umum”, Ungkap Ferinando melalui telepon seluler.

Lanjut Ferinando, Terdakwa mempunyai hak untuk melakukan bantahan terkait dengan dakwaan tersebut karena kami dari pihak-pihak terkait sendiri melihat bahwa di situ ada sedikit rancu dakwan dari pada Jaksa Penuntut Umum

“Makanya kami harus mengajukan eksepsi atau keberatan karena itu adalah hak-hak dari terdakwa yang menyimpang dari pada dakwaan yang telah dibacakan oleh Jaksa Penuntut Umum”, Ujar Ketua Tim Penasihat Hukum Tapol.

Menurut Kuasa Hukum Tapol, eksepsi ini diajukan karena terdapat sedikit kerancuan dalam  pembacaan dakwaan oleh Jaksa Penuntut Umum yang nantinya dapat dilanjutkan pada pekan depan.

“Jadi sidang ditunda sampai dilanjutkan lagi pada pekan depan, Rabu (23/09) dengan agenda eksepsi dari kami Tim Kuasa Hukum terhadap dakwaan tersebut”, Ungkap Nando, sapaan akrap Kuasa Hukum Tapol.

Nando menambahkan Tim Kuasa Hukum tetap melihat dari hak-hak tedakwa dengan menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah dalam persidangan.

“Terkait pengawalan Ketiga Sidang Tapol sendiri, kami dari Tim Kuasa Hukum akan tetap melihat dari hak-hak para terdakwa karena kita akan menjunjung asas praduga tak bersalah, itu dia tinggi dalam persidangan ini”, Kata Ferinando Martin Ginuni Pengacara Publik LBH Kaki Abu Sorong.

Sementara itu, pihak keluarga yang hadir langsung menyaksikan jalannya persidangan  berharap kepada pihak Kepolisian selalu menutup atau membatasi ruang bagi pengacara yang menemui ketiga terdakwa karena pihak keluarga sudah menyiapkan pengacaranya sendiri.

“Kami berharap pihak kepolisian Republik Indonesia agar selalu menutup ruang bagi pengacara lain dan kami tegaskan agar pihak Kepolisian tidak harus menyiapkan pengacara  karena kami pihak keluarga sudah menyiapkan pengacara sendiri untuk mendampingi ketiga Keluarga kami”, Kata Yohanis N Assem, Keluarga terdakwa.

Yohanis N Assem mengajak segenap pemerhati maupun aktivis  kemanusiaan agar selalu  mendukung maupun bersolidaritas kepada tiga masyarakat sipil yang ditahan di Polres Sorong Selatan dan hari ini memulai sidang Perdana.

“Kami tegaskan bahwa kami pihak keluarga akan bersama aktivis maupun rakyat Papua akan terus mengawal proses persidangan  sampai benar-benar kami mendapatkan kepastian hukum dari NKRI. Oleh sebab itu, kami sangat membutuhkan dukungan maupun solidaritas dari semua kalangan pemerhati kemanusiaan”, Tegas, Yohanis Assem.

Reporter : Yosak Momao

Editor       : MA

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: