Budaya Adalah Jati Diri Kita: Weru Tarian Adat Asal Kisor, Aifat Selatan ,Kabupaten Maybrat, Papua Barat

LUXEXORIENTE.COM – Moses sowe : Budaya Weru  adalah bentuk tarian adat asal wilayah Jalur Hijau Kisor Aifat Selatan Kabupaten Maybrat Provinsi Papuan Barat, tarian ini dinamakan tarian Goyang Pinggul atau (WERU) yang artinya jika dimainkan hanya dengan cara menggoyangkan pinggul. Tarian ini dimainkan hanya khusus orang-orang yang berada di wilayah kawasan Selatan Jalur Hijau Aifat Selatan Kabupaten Maybrat sampai wilayah kampung baru Distrik Kais Kabupaten Sorong Selatan Propinsi Papua Barat.

Tarian ini biasa dimainkan hanya untuk acara-acara penting misalnya, acara kegembiraan, lepas sambut,merayakan hari kebahagian, dan acara-acara relegius atau acara keagamaan, mereka mengekspresikan acara itu dalam sebuah tarian ini baik dalam suasana gembira, dan suasa senang dan susah.

Tarian ini dimainkan dengan jumlah orang yang banyak biasa lebih dari 10 ke atas bisa sampai 50 orang, lagu- lagu yang dinyanyikan adalah lagu-lagu dengan bahasa adat ada yang bisa dimengerti ada yang tidak bisa kita mengerti, hanya para tua-tua saja yang bisa mengerti dan dapat mengartikannya.

Alat musik yang digunakan dalam tarian ini adalah Goong dan Tifa, alat-alat pembantu adalah kayu kain yang tebal dan bahan-bahan perhiasan seperti manik-manik dan kain adat.

Kebudayaan atau Kekayaan milik kita yang seperti ini harus  dipertahankan karena merupakan cara hidup yang berkembang, serta dimiliki bersama oleh kelompok orang, serta diwariskan dari generasi ke  generasi, sebab Budaya ini terbentuk dari berbagai unsur yang rumit, termasuk sitem agama dan politik, adat istiadat, perkakas, bahasa, bangunan, pakaian, serta karya seninya sehingga patut di hargai dan diwariskan dari generasi ke generasi selanjutnya.

Pertanyaan apakah generasi sekarang mampu mempertahankan hasil Kebudayaan dan kekayaan kita? Jawabannya hanya kembali kepada kesadaran anak-anak muda kita apakah mereka mampu mempertahankan dan mempertunjukan budaya kita kepada dunia bahwa Papua itu unik dan berfariasi baik budaya, seni, bahasa, suku, ras dan adat isti adat yang sangat banyak.

Keunikan itulah yang membuat Papua semakin kaya akan hasilnya dan tetap mempertahankan dan memperjuangkan kemandirian orang-orang papua, disaat kita orang-orang Papua berteriak Merdeka disamping itu kita tidak bisa berusaha untuk mempertunjukan pribadi kita kepada dunia, hal inilah yang salah kita sebagai generasi muda Papua lakukan.

Budaya adalah suatu cara hidup yang berkembang, dan dimiliki bersama oleh sebuah kelompok orang, dan diwariskan dari generasi ke generasi. Budaya terbentuk dari banyak unsur yang rumit, termasuk sistem agama dan politik, adat istiadat, bahasa, perkakas, pakaian, bangunan, dan karya seni.

Bahasa, sebagaimana juga budaya, merupakan bagian tak terpisahkan dari diri manusia sehingga banyak orang cenderung menganggapnya diwariskan secara genetis.  Ketika seseorang berusaha berkomunikasi dengan orang-orang yang berbeda budaya, dan menyesuaikan perbedaan-perbedaannya, peristiwa itu membuktikan bahwa budaya dipelajari.

Budaya adalah suatu pola hidup menyeluruh. Budaya bersifat kompleks, abstrak, dan luas. Banyak aspek budaya turut menentukan perilaku komunikatif. Unsur-unsur sosial-budaya ini tersebar, dan meliputi banyak kegiatan sosial manusia.

Beberapa alasan mengapa orang mengalami kesulitan ketika berkomunikasi dengan orang dari budaya lain terlihat dalam definisi budaya: Budaya adalah suatu perangkat rumit nilai-nilai yang dipolarisasikan oleh suatu citra yang mengandung pandangan atas keistimewaannya sendiri.”Citra yang memaksa” itu mengambil bentuk-bentuk berbeda dalam berbagai budaya seperti “individualisme kasar” di Amerika, “keselarasan individu dengan alam” di Jepang dan “kepatuhan kolektif” di Tiongkok.

Citra budaya yang bersifat memaksa tersebut membekali anggota-anggotanya dengan pedoman mengenai perilaku yang layak dan menetapkan dunia makna dan nilai logis yang dapat dipinjam anggota-anggotanya yang paling bersahaja untuk memperoleh rasa bermartabat dan pertalian dengan hidup mereka.

Dengan demikian, budayalah yang menyediakan suatu kerangka yang koheren untuk mengorganisasikan aktivitas seseorang dan memungkinkannya meramalkan perilaku orang lain.

Mari kita mempertunjukan kemandirian kita sebagai orang Papua dan mampu mempertunjukan pribadi kita kepada dunia bahwa kita adalah orang-orang yang unik Dimata dunia.

Ditulis oleh: Moses sowe

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: